17/07/11

foto foto eL-Bima ketika acara di TMII












el-bima adalah anak bima yang siap memperkenalkan Bima lewat jalur musik. kini dia mulai merambah dunia industri music.

foto saat Duta Besar Negara Tetangga datang di acara "semalam Di Bima"





acara "semalam di bima" di adakan di anjungan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tgl 16 juli 2011 . acara ini di adakan oleh Forum Komunikasi Kasabua Ade ( FOKKA)

14/07/11

cek baju #saveBima

kami tidak ingin mendapatkan keuntungan dengan menjual baju ini . kami hanya ingi mempromosikan Bima baik lewat media apa saja. kami menyediakan kaos ini supaya kita bisa lebih mengenal dengan #saveBima. #saveBima mengajak teman teman untuk mengenal dan menyelamatkan budaya Bima. hastage(#) saveBima adalah media berkomunikasi ketika kami membahas masalah budaya dan pariwisata yang berada di salah satu jejaring sosial (twitter.) follow me @saveBima

Pesona Dan Potensi Tambora Yang Terabaikan

#saveBima.online,- Gunung Tambora dengan ketinggian 2.851 Meter di atas permukaan laut, adalah gunung berapi aktif yang berdiri tegak di Pulau Sumbawa, yang juga bagian dari kepulauan Nusa Tenggara. Para ahli Vulkanologi berpedapat bahwa sebelum letusan dahsyatnya pada tahun 1815 ketinggian puncak gunung Tambora   mencapai 4.300 m dpl, dan dipastikan sebagai salah satu puncak gunung tertinggi di seluruh nusantara setelah Puncak Jaya (Carstensz Piramid 4884 m dpl), (Volcanic Explosivity Index (VEI).

Kini menjelang dua abad letusannya, Tambora semakin indah dan menjadi obyek penelitian berbagai kalangan. Banyak peneliti yang melakukan study dan penelitian tentang letusan, sejarah kegunung apian, pendakian, pencarian sisa peradaban Tambora, serta berwisata alam.

Kawasan Tambora dan sekitarnya sesungguhnya menyimpan pesona dan potensi untuk dikembangkan menjadi sektor unggulan. Beberapa sektor yang memungkinkan untuk dikembangkan di kawasan ini antara lain perkebunan, peternakan, pariwisata dan perikanan. Sektor perkebunan, disamping  Kopi, pengembangan tanaman Mente juga sangat memungkinkan. Sentra produksi Mente seluas 21.500 Ha dengan produksi rata-rata 13.000 Ton per tahun dan masih tersedia lahan seluas 17.000 Ha.

Disamping Mente, peternakan Sapi juga sangat potensial dikembangkan di kawasan ini karena tersedia lahan penggembalaan dan pengembangan seluas 34.000 Ha dengan total populasi Sapi sebanyak 37.000 ekor. Keindahan pulau Satonda dan wisata alam gunung Tambora yang telah masuk dalam kawasan strategis nasional sangat memungkinkan dengan rata-rata kunjungan wisatawan sebanyak 3.700 orang pada tahun 2009.

Di sektor perikanan dan keluatan, budi daya rumput laut di teluk Saleh sangat memungkinkan dengan sentra produksi rata-rata 1.200 ton per tahun dan areal pengembangan sepanjang 110 km Pantai.
Di lereng Tambora hidup masyarakat Bima dan Dompu maupun warga transmigran asal pulau Bali dan Lombok. Mereka tersebar di tiga kecamatan yaitu di kecamatan Pekat Kabupaten Dompu di sisi selatan, kecamatan Tambora di sisi barat dan Kecamatan Sanggar di sisi timur. Kecamatan Tambora dan Sanggar masuk dalam wilayah administratif kabupaten Bima.
Wilayah Tambora merupakan wilayah terluas di kabupaten Bima maupun Dompu. Namun luas wilayahnya tidaklah sebanding dengan jumlah penduduknya yang masih sedikit. Banyak lahan-lahan kosong yang dijumpai sepanjang perjalanan menuju Tambora baik melalui lingkar selatan di wilayah Kempo, maupun di lingkat utara melalui Piong menuju Labuan Kananga.
Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk di kecamatan Sanggar sebanyak 11.838 jiwa, di kecamatan Tambora sebanyak 6.575 Jiwa. Kecamatan Pekat Dompu dengan luas wilayah sekitar 875, 17 Km2 ( Atau 37, 65 %) dari luas Kabupaten Dompu. Kecamatan Pekat berada pada ketinggian 20 meter di atas permukaan laut. Di wilayah ini terdapat 10 desa dan 61 dusun.

Mata pencaharian warganya adalah bertani dan berladang, bnerburu, pencari madu, serta nelayan. Warga transmigran yang sudah berbaur dengan penduduk setempat memanfaatkan lahan transmigrasi itu dengan menanam berbagai jenis buah-buahan serta sayur-sayuran.

Luas Kecamatan Sanggar sekitar 72.000 Ha atau 16 porsen dari luas kabupaten Bima. Daerah ini adalah bekas kerajaan Sanggar yang pernah berjaya pada sekitar tahun 1500 sebelum letusan Tambora pada tahun 1815. Disamping dikenal sebagai daerah pegunungan dengan hasil madunya, Sangggar juga merupakan daerah pesisir dengan produksi ikan mencapai 20 ribu ton per tahun. Sedangkan nener mencapai 1 juta ekor per tahun. Untuk komoditi pertanian juga cukup besar berupa komditi padi, kedelai dan kacang tanah. Di Sanggar juga sangat cocok untuk pengembalaan ternak karena wilayah di sebelah baratnya hingga lereng Tambora terdapat padang Savana yang luas untuk pengembalaan.

Sedangkan luas wilayah kecamatan Tambora 50.500 Ha. Komoditi unggulan yang dikembangkan di wilayah ini antara lain asam, kemiri, jambu mete, kopi dan kelapa. Disamping itu, potensi peternakan di wilayah ini juga cukup besar seperti peternakan Sapi, kerbau, kuda, kambing, dan Domba.

Sudah saatnya pesona dan potensi Tambora dikembangkan dengan berbagai program multi sektor. Kehadiran KTM mudah-mudahan dapat menjawab keterbelakangan dan ketimpangan pembangunan selama ini untuk saudara-saudara kita di wilayah Tambora dan sekitarnya. Tetapi KTM tanpa perbaikan dan peningkatan status jalan lingkar selatan muapun lingkar utara Tambora sungguh tidak akan berarti. Sebab akses itu sangat dibutuhkan untuk mendorong percepatan pengembangan ekonomi di kawasan Tambora. Sarana jalan dan irigasi yang baik adalah kata kunci untuk membuka akses dan berkembangnya sektor ril di kawasan ini.

(Disadur dari: http//alanmalingi.wordpres )

08/07/11

Disbudpar Prov.NTB Gelar Lomba di Asi Mbojo

#saveBima.online  Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bima ke-371 dan menyongsong Visit Lombok And Sumbawa 2012, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Propinsi NTB bekerja sama dengan Disbudpar Kota dan Kabupaten Bima menggelar berbagai event dan lomba yang dipusatkan di Pelataran Asi Mbojo Bima.Salah satu kegiatan yang diminati para pelajar di kota dan kabupaten Bima adalah Lomba Menggambar dan penulisan Cerpen Wajah Bimaku yang diselenggarakan di pelataran Asi Mbojo selasa (5/7).
Dua mata lomba itu diikuti oleh ratusan siswa se kota dan Kabupaten Bima.  “ Ini adalah bentuk apresiasi untuk memeriahkan Hari Jadi Bima ke-371 dan visit Lombok And Sumbawa 2012. Kedepan, kami rencanakan lomba ini akan terus berlanjut dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dan promosi wisata daerah. “ ucap Kabid Kebudayaan Disbudpar NTB Faisal.
Pantauan Sarangge, halaman dan pelataran Asi Mbojo cukup ramai dikunjungi warga maupun pelajar yang mengikuti lomba. Dan pada malam hari, dilakukan Pagelaran Seni Budaya Tradisional Mbojo di lapangan Sera Suba Bima. *86

05/07/11

Wagub Badrul Tinjau Pelabuhan Sape dan Langgudu

#saveBima.online Rangkaian kunjungan kerja wakil gubernur NTB Ir.H.Badrul Munir MM ke Bima, selain dihajatkan untuk menyaksikan parade/pawai festifal kuda Bima yang dihelat di Kota Bima juga dimanfaatkan untuk melihat dari dekat kegiatan pembangunan dermaga Sape dan Langgudu

Kunjungan dilakukan Senin Siang (3/7) di dermaga niaga pelabuhan Sape di Desa Bugis dan Dermaga Desa Rompo-Langgudu. Penyelesaian pembangunan dermaga niaga Rompo menyerap dana senilai Rp. 29 miliar dan dermaga niaga Sape mendapat alokasi dana Rp. 25 miliar yang bersumber dari dana APBN.

Kehadiran dermaga berstandar internasional ini menurut Wagub Badrul akan dapat meningkatkan kapasitas kegiatan bongkar muat kapal nelayan, barang dan jasa penumpang karena dimungkinkan singgahnya kapal bertonase besar.

Wagub yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bima, Kepala Administratur Pelabuhan (Adpel) Bima H. Anwar, Kabag Administrasi Pembangunan Setda dalam pemaparannya menyatakan,

Salah satu kendala utama pembangunan wilayah pesisir timur Bima adalah sarana prasarana transportasi laut belum mencapai pada daerah-daerah potensial. Karena itu, "Pelabuhan Sape dan Langgudu merupakan gerbang transportasi yang langsung dapat diakses para wisatawan yang menuju Komodo dan sebaliknya.

Tidak hanya itu, ke depan beroperasinya kedua pelabuhan ini akan mempercepat arus barang dan jasa yang melalui jalur laut dan akan dapat membuka isolasi wilayah dan meningkatnya geliat pariwisata di wilayah Bima bagian timur". Tutur Wagub Badrul.

04/07/11

Festival Kuda Bima Digelar

#saveBima_online (KM. Sarangge) Selama sepekan mulai tanggal 4 hingga 17 Juli 2011, Festival kuda Bima kembali digelar. Event tahunan ini dilaksanakan dalam rangka promosi wisata NTB menyambut Visit Lombok and Sumbawa 2012. Rangkaian kegiatan itu dihajatkan sebagai media strategis menuju destinasi utama pariwisata NTB sehingga target mendatangkan sejuta wisatawan dari dalam dan luar negeri di Propinsi NTB dapat diwujudkan.


Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Propinsi NTB, Faisal mengemukakan, selain untuk pengembangan kepariwisataan, Festival Kuda Bima juga berimplikasi ekonomis. Roda perekonomian masyarakat bisa menggeliat karena kuda sudah menjadi salah satu icon perekonomian dan prestise warga. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bima, Ir. H. Ramli Hakim, M.Si mengatakan kegiatan ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan antara lain pawai/parade kuda dari paruga nae menuju halaman Istana Bima yang diikuti sekitar 500 kuda, Pacuan Kuda Tradisional, pameran kuliner dan asesories kuda, seminar tentang kuda Bima, serta lomba cerpen dan menggambar tentang kepariwisataan

sumber: (http://sarangge.wordpress.com/2011/07/04/festival-kuda-bima-digelar/#more-1049)