13/11/11

touring seru dengan #saveBima

savebima kini mengajak teman teman bima yang berada di jakarta untuk bergabung di acara yang di bentuk oleh teman teman #savebima di wilayah jakarta. dan bekerja dama denga IMWB (Ikatan Mahasiswa Wawo-Bima, Jabodetabek) . acaranya akan di laksanakan pada bulan desember ini yaitu tepatnya pada tanggal 3-4 desember 2011. daerah puncak. Kegiatan ini di maksudkan untuk meningkatkan kebersamaan di antara teman teman semua serta memberikan pelatihan pelatihan akan leadersip(kepemimpinan), kerja sama kelompok, komunikasi dalam kelompok, serta berbagai macam motivasi diri. kembangkan dirimu di sini. 

akomodasi yang di gunakan yaitu touring dengan menggunakan motor menuju villa yang di sediakan oleh panitia. teman teman cukup membayar Rp.100,000 sudah mendapatkan baju seragam, konsumsi pada saat di sana, serta penginapan di vila. tentunya kalian juga akan mendapatkan games games menarik..

pasti rugi kalau ga gabung..!!!

Kabanta, tanah yang dijanjikan



kehidupan masyarakat Kabanta yang dinamis sangat memberikan kesan yang baik bagi para pengunjung di desa tersebut, corak kehidupan masyarakat Kabanta mempunyai sejarah tersendiri di Bima dan letak Desa Kabanta sangat strategis, berada di daratan rendah kaki gunung Kendo pinggir Kota Bima, kesejukkan Udara Kabantapun tidak jauh dari kesejukkan AC yang membuat nyaman untuk duduk santai sambil menikmati pemandangan sekitar bukit Kabanta.
Sejarah Masyarakat Kabanta dimulai dari gunung Pundu Nence, waktu zaman dahulu mereka bertempat tinggal di atas daratan tinggi kemudian mata air yang biasa untuk menjadi penghidupan mereka akhirnya tidak lagi mengeluarkan air, dan penyakit malariapun menyerang mereka sehingga banyak meninggal.
Tahun 1960-an mereka hijrah ketempat lain turun ke dataran rendah untuk mencari tanah yang cocok untuk mereka bermukim, ada tiga rombongan masyarakat yang turun ke dataran rendah, yang pertama turun lewat Kabanta, kedua turun lewat Lela Mase, dan yang ketiga turun lewat Kendo. Sehingga terbagi-bagi menjadi masyarakat Kelurahan Nungga.
Jumlah penduduk Desa Kabanta mencapai 97 jiwa, pekerjaan yang dilakoni oleh masyarakat Kabanta semuanya rata-rata bercocok tanam (bertani) di atas bukit kabanta atau biasa disebut oleh mereka yaitu “Oma”. Jarak kabanta dari Kota Bima hanya satu kilo lebih dengan jalur setapak yang mudak dilewati kendaran roda dua maupun roda empat.
Kabanta sangat cocok untuk para penggemar sepeda gunung, track atau jalur yang menuju kabanta dengan kondisi naik turun dan jalanan yang masih belum diaspal, mempunyai daya hipnotis untuk adrenalin pengendara sepeda gunung. Sambil menikmati pemandangan yang hijau membuat refresh mata dan pikiran

PULAU KANAYA MASA DEPAN PAARIWISATA KEPULAUAN SUMBAWA BARAT


Satu sisi Pulau Kenawa yang sangat indah. (photo by : Komang Ardana)
PULAU Kenawa, luas daratannya hanya 13 kilometer lebih. Hanya butuh waktu 15 menit dari pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat. Pulau ini tidak kalah indah dengan Gili Indah, Lombok Utara.
Dengan luas terumbu karang mencapai 34 ribu hektar dan 41 spesies ikan karang, tidak salah jika pulau ini adalah masa depan pariwisata NTB, khususnya Kabupaten Sumbawa Barat. Belum lagi kolaborasi pasir putih dan hutan bakau dengan 11 spesies di dalamnya.
Bupati KSB KH Zulkifli Muhadli mengatakan, kawasan seperti ini sangat jarang ditemukan di daerah lain. Karena itu, pemerintah setempat berupaya mengembangkan kawasan ini dengan membangun jalan dan fasilitas dermaga.
Keindahan luar biasa yang terpendam di Pulau Kenawa ini menggelitik PT Radinka Internasional, untuk melakukan investasi di kawasan ini. ‘’Diharapkan tahun ini sudah bisa dikelola,’’ harap bupati.
Pengembangan Pulau Kenawa memberi harapan bagi pengembangan potensi ekonomi masyarakat lainnya. Pantai Kanawa areal penangkapan ikan bagi warga nelayan sekitarnya. “Kalau wisatawan banyak datang, ikan tangkapan warga bisa memiliki nilai jual tinggi,’’ katanya Zulkifli Muhadli.(af)

ladang garam ladang harapan

peningkatan Penanggulangan AIDS Nusa Tenggara Bara

Komisi Penanggulangan AIDS Nusa Tenggara Barat, memperkirakan pengidap HIV/AIDS di daerahnya sedikitnya mencapai 3.000 orang. Ini perkiraan dari penyebaran melalui 494 orang yang dinyatakan positif, sampai posisi Agustus 2011.

"Dari 494 pengidap HIV/AIDS yang terdata sejak 2006, diperkirakan saat ini sedikitnya sudah ada sekitar 3.000 yang tertular, sehingga terus diupayakan penyadaran untuk berobat agar penyakit itu tidak makin menyebar," kata Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Soeharmanto di Mataram, Sabtu (12/11).

Notte : perlu kesadaran semua pihak untuk menanggulangi penyakit ini..!! (sumber fb 
Syamsul Pks)