20/06/11

Keindahan Pulau Sumbawa dan Flores


Sumbawa nan eksotis
Secara geografis pulau Sumbawa terbagi atas Sumbawa Besar dan Bima. Bagi masyarakat setempat nama Sumbawa atau Sumawa identik dengan wilayah Sumbawa Besar. Masyarakat Sumbawa Besar memiliki budaya yang cenderung dekat dengan masyarakat Sasak di Pulau Lombok. Walaupun memiliki luas kepulauan tiga kali lebih besar dari Pulau Lombok, tapi penduduk di pulau Sumbawa tidak terlalu banyak.
Kebanyakan turis yang berkunjung ke Sumbawa tidak akan melewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan lautnya dengan melakukan Snorkelling. Salah satu lokasi favorit yang memiliki koleksi terumbu karang dan ikan yang menawan adalah Pulau Moyo. Pulau ini dapat dicapai dengan menggunakan perahu selama hampir dua jam. Salah satu lokasi favorit snorkelling di Pulau Moyo adalah Tanjung Pasir. Kekayaan bawah laut pantai Tanjung Pasir sungguh menakjubkan. Ada beragam ikan kecil berwarna warni, terumbu karang, bintang laut, dan juga hiu karang. Jangan lewatkan pula indahnya sunset di Pantai Moyo.

Danau Air Garam di Pulau Satonda
Pulau Satonda terletak dua jam perjalanan dari pulau Moyo dengan menggunakan perahu. Jika mengambil rute dari Sumbawa Besar memakan waktu perjalanan 3 hingga 4 jam. Pulau Satonda terkenal dengan keindahan Danau Air Garam-nya yang memang memiliki kadar garam tinggi. Coba saja rasakan air danau tersebut yang lebih asin dari air laut sekalipun. Dahulu berdasarkan sejarahnya, Danau Air Garam terbentuk akibat tsunami yang timbul dari ladakan gunung Tambora yang sangat dashyat. Satu lagi yang unik dari lokasi wisata Danau Air Garam adalah pohon gantung. Pohon Gantung merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat setempat. Katanya seh kalau kita datang ke danau ini dan menggantungkan batu yang diikatkan di pohon gantung maka keinginan kita akan terkabul. Makanya ada banyak batu yang tergantung di pohon tersebut. Kalau kamu percaya, silakan mencoba. (Tapi ingat yah, kita hanya harus percaya kepada Alloh SWT aja lho!)

Berpetualang di Pulau Komodo
Satu lagi kawasan wisata yang menawarkan petualangan seru adalah pulau Komodo. Gugusan pulau Komodo terkenal karena di sinilah letak kawasan konservasi alam tempat hewan langka komodo hidup. Tiba di Taman Nasional Komodo, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mendatangi PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). Para penjaga hutan dan pawang komodo akan mengantarkan kita melihat langsung kehidupan komodo di alamnya. Komodo atau Faranus Comodoensis merupakan binatang mamalia yang memiliki berat mencapai 150 kg dan memiliki kemampuan penciuman yang baik, terutama untuk bau darah. Hingga saat ini terdapat sekitar 2000 ekor komodo yang hidup bebas di pulau Komodo dan Rinca.
Mengamati kehidupan komodo di alamnya ini sungguh menegangkan karena kita harus selalu berhati-hati. Walaupun kelihatannya hanya terdiam mematung, tapi kita harus berhati-hati karena sebenarnya mereka sedang mengamati sekitar dan menerapkan strategi untuk memangsa buruannya. Kini atraksi kelompok komodo yang berebut memangsa seekor kambing atau ayam sudah dilarang. Alasannya agar komodo yang hidup bebas di alamnya ini dapat bertahan hidup tanpa bergantung pada pemberian makan dari Taman Nasional dan pengunjung.
Satu lagi yang menarik dari kawasan konservasi pulau Komodo adalah keindahan pantai Merah yang menakjubkan. Pantulan sinar matahari yang jatuh ke hamparan pasir yang bercampur koral berwarna merah di pantai ini memberikan tampilan warna merah yang sangat indah. Pantai Merah juga menjadi lokasi yang asyik untuk snorkelling dan berenang.

Labuan Bajo, Pintu Masuk Menuju Flores
Labuan Bajo merupakan salah satu kota persinggahan jika berkunjung ke pulau Flores. Dari Labuan Bajo kita dapat melanjutkan perjalanan ke Pulau Komodo atau menelusuri daerah lainnya di Pulau Flores. Sebagai salah satu kota pelabuhan, Labuan Bajo juga memiliki fasilitas untuk turis yang sudah cukup baik seperti restoran dan hotel dengan pemandangan laut yang indah. Seperti halnya Sumbawa, Flores juga memiliki keindahan alam yang patut kita banggakan. Perjalanan di Pulau Flores menawarkan pemandangan alam yang indah seperti gugusan gunung dan desa-desa adatnya. Tapi yang paling utama dari Pulau Flores dan terkenal hingga mancanegara adalah obyek wisata Danau Tiga Warna Kelimutu. Oleh karena itu,obyek wisata ini layak untuk kita datangi dan kita harus bangga akan kekayaan alam negeri kita.

Pembentukan PPS Diyakini akan Disetujui Gubernur NTB

Dimungkinkan Pembentukan PPS Inisitif DPR RI
Jakarta, Gaung NTB.- Ketua Harian KP3S Mataram Agusfian menyatakan, meskipun sampai hari ini Gubernur NTB, Dr TGB H Zainul Majdi belum mengeluarkan rekomendasi bagi pembentukan Propinsi Pulau Sumbawa (PPS), namun pihaknya yakin, rekomendasi itu akan keluar.
Saat melontarkan pendapatnya di hadapan Komisi II DPR RI dua hari lalu, Agusfian menyebutkan,
pihaknya memahami mengapa Gubernur NTB belum mengeluarkan rekomendasi. “Karena KP3S sendiri baru menyerahkan semua persyaratan sesuai dengan PP 78 tahun 2007 tentang penggabungan dan pemekaran wilayah pada Senin (07/03/2011) lalu.
“Meskipun Gubernur NTB Zainul Madji belum mengeluarkan rekomendasi, tapi Gubernur NTB telah menyetujui penganggaran pembentukan PPS untuk tahun 2010 dan 2011. Itu artinya beliau setuju,” jelas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram ini.
Sementara mantan Gubernur NTB dan juga anggota Anggota Komisi II DPR, Harun Al Rasyid menjelaskan, aspirasi pembentukan PPS akan menjadi hak inisiatif DPR RI. Langkah ini akan ditempuh DPR RI jika pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) masih menutup diri dalam hal pemekaran daerah.
Harun menguraikan, semua persyaratan yang diamatkan oleh PP 78 tahun 2007 tentang Penggabungan dan Pemekaran Wilayah telah dilengkapi oleh PPS, “Kecuali rekomendasi dari Gubernur NTB  karena terkendala teknis berupa belum selesainya Tim Kajian Pemerintah Provinsi NTB bekerja.” ujarnya.
Jikapun rekomendasi Gubernur NTB tidak keluar, Harun tetap yakin rekomendasi tersebut tidak diperlukan lagi jika DPR RI menggunakan hak inisitifnya. “Kita tidak ingin kejadian yang sama terulang saat pemekaran Sulawesi Barat, yang minus rekomendasi Gubernur Sulawesi Selatan. Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat dulunya tidak dilengkapi dengan rekomendasi provinsi induknya. Tapi antara pemerintah dan DPR setuju Sulawesi Barat jadi provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan Hingga lahir UU No. 26 Tahun 2004, tentang Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat,” katanya membandingkan.
Sementara itu pula, mantan ketua DPRD KSB, Manimbang Kahariady seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu menyatakan bahwa perjuangan politik dalam pembentukan PPS haruslah berpijak pada semangat kebersamaan yang dihajatkan bagi akselerasi pembangunan untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat Pulau Sumbawa.
“Semua agenda, langkah dan program perjuangan harus diorientasikan bagi penguatan kebersamaan, dengan senantiasa mengedepankan kegiatan yang strategis dan kualitatif,” terangnya.
Sudah saatnya, lanjut Manimbang, kita kerja lebih fokus dan merumuskan bersama-sama jadwal kerja yang kongkrit dan realistik agar pembahasan PPS benar-benar menjadi agenda  prioritas di Parlemen.
Menurut Manimbang, respons yang positif dari Pimpinan Komisi II terhadap aspirasi rakyat terkait dengan aspirasi rakyat untuk pembentukan provinsi Pulau Sumbawa, harus ditindaklanjuti dengan kerja-kerja yang terarah dan terukur, baik menyangkut komunikasi, lobby politik, manajemen pendanaan dan  konsolidasi organisasi KP3S yang solid. “Agar PPS dapat menjadi agenda program legislasi nasional tahun ini,”  tegasnya. “Kita semua harus kompak,” imbuhnya mengimbau.
http://gaungntb.com/2011/03/pembentukan-pps-diyakini-akan-disetujui-gubernur-ntb/

Kongres Rakyat Sumbawa Desak Pembentukan Propinsi Pulau Sumbawa

Anggota DPR Bicara Soal Pembentukan Propinsi Pulau Sumbawa
DOMPU—Rencana pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) mendapat tanggapan anggota DPR asal NTB Dr Abdurrahman Abdullah.
Menurut anggota DPR yang tergabung dalam komisi VI ini syarat-syarat pembentukan sebuah provinsi baru telah terpenuhi terutama terkait dengan syarat teknis dan fisik.
Syarat teknis dimaksud mencakup faktor kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, kependudukan, luas daerah, pertahanan, keamanan, dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah.
Diuraikan, perbandingan luas daratan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa adalah Pulau Lombok seluas 4.738,70 km persegi atau 23,51 persen dari luas NTB secara utuh. Sedangkan Pulau Sumbawa seluas 15.414,50 km persegi 76,49 persen dari luas NTB. Untuk jumlah penduduknya berbanding terbalik dimana penduduk Pulau Lombok berjumlah 4,49 juta lebih orang atau 70,42 persen dan Pulau Sumbawa sekitar 1,3 juta orang atau 29,58 persen.
Dengan cakupan luas daerah yang lebih luas dari wilayah Pulau Lombok dan sebaran penduduk yang masih sedikit, maka potensi Pulau Sumbawa untuk dikembangkan adalah sangat besar, sehingga tujuan dari pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa merupakan satu sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Sementara syarat fisik meliputi paling sedikit  lima kabupaten/kota untuk pembentukan provinsi telah tercapai yaitu Kabupaten Sumbawa, KSB, Dompu, Bima, dan Kota Bima.
Langkah-langkah yang ditempuh adalah masyarakat Pulau Sumbawa telah membentuk Komite Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP3S), yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Yaitu tokoh masyarakat, anggota DPR-RI asal NTB, anggota DPD, tokoh pemuda, dan elemen-elemen lain.
Dari segi dukungan dari pusat, saat ini Pulau Sumbawa memiliki 4 wakil di DPR-RI yang berasal dari Pulau Sumbawa, yaitu Abdurahman Abdullah Fraksi Partai Demokrat, Fachri Hamzah Fraksi PKS, Lutfi Fraksi Golkar, dan Syafrudin (Fraksi PAN), serta perwakilan di DPD Farouk Muhammad.
Dijelaskan pula bahwa tanggal 9 Maret 2011 lalu telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara KP3S dengan Komisi II DPR-RI sehingga aspirasi dari pembentukan wilayah ini dapat diserap oleh DPR-RI.
Abdurrahman juga menyarankan agar mendapat dukungan yang lebih luas diperlukan sosialisasi yang masal kepada seluruh masyarakat Pulau Sumbawa di lima kabupaten/kota. Sehingga pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa memang ditujukan untuk kepentingan masyarakat Pulau Sumbawa, bukan diinterprestasi kepentingan dari elite politik tertentu.
Selain itu, perlu didukung kajian yang mendalam (feasibility study) yang dilakukan oleh tim pengkaji agar diperoleh hasil kajian yang lebih komprehensif. Terutama  mengenai kelayakan pembentukan provinsi baru. Hasil kajian diakuinya telah diserahkan dokumennya oleh tim Komite Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP3S). Hasil kajian tersebut sangat menentukan untuk keberlangsung kesejahteraan masyarakat NTB di masa mendatang. Meliputi aspek kelayakan kuantitatif maupun aspek kualitatif.
‘’Dokumen persyaratan telah diserahkan oleh KP3S, tinggal sekarang menunggu hasil kajian dari tim pengkaji,’’ paparnya.
Kendala yang dihadapi adalah moratorium yang dikeluarkan oleh pemerintah tahun 2009 lalu dan hingga saat ini masih berlaku. Tetapi di DPR sendiri di komisi II yang membidangi pemerintahan daerah terjadi pro dan kontra karena dianggap tidak memiliki dasar hukum. Bahkan tahun 2010 DPR-RI menyetujui pembentukan propinsi baru yakni Provinsi Kalimantan Utara sebagai pemekaran Provinsi Kalimantan Timur. (am)
http://lombokpost.co.id/index.php?option=com_k2&view=item&id=1951:syarat-terpenuhi-menunggu-kajian-mendalam

17/06/11

DUA GADIS DILAPORKAN HILANG

#saveBima.online  Headline Bima Ekspres,- Warga Kota Bima, dilaporkan menghilang oleh pihak keluarganya. Meski telah dicari ke berbagai tempat, namun tidak menuai hasil. Pihak keluarga pun melaporkannya ke Kepolisian Resort (Polres) Bima Kota. Mereka yang dilaporkan hilang adalah Khusnul Khotimah,warga RT 06 RW 03 Kelurahan Rontu Kecamatan Raba Kota Bima. Pihak Keluarga melaporkannya awal juni lalu. Selain itu, Irma Suryani (20 tahun), warga RT 12 RW 04 Kelurahan Sarae kecamatan Rasanae barat.
Pihak keluarga melaporkan kehilangan itu senin (13/6) lalu. Informasi yang dihimpun, Irma menghilang sejak 3 juni 2011 lalu. Meski telah dicari keluarganya, namun hingga kini mahasiswa semester dua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima itu belum ditemukan. Keluarga korban, Yuris, mengaku masih mereka-reka penyebabnya. Padahal,tak ada masalah dengan keluarganya.
Kejadian itu meresahkan Keluarganya, apalagi sebelumnya marak kasus penculikan dengan pencucian otak. Diceritakannya, awal menghilangnya putri Sarafiah itu sempat ada kontak. Bahkan, mengaku berada dirumah rekannya, kelurahan Penatoi. ”Ketka dicek kesana, rupanya  temannya itu sudah berangkat ke Makassar untuk kuliah” ujarnya di Manggemaci, Kamis (16/6).
Hari ketika pencarian, Kata Yuris, Irma sempat menghubunginya. Ketika ditanyakannya dimana keberadaannya, Ia tidak mau menjawab dan seolah berat menyatakannya. Saat didesak, mengaku berada pada rumah temannya di Sape. ”Tapi teman yang disebut berada di Bima. Irma lantas menonaktifkan HP-nya” ujarnya melanjutkan.
Hingga kini, kata Dia, no HP gadis Kelahiran 27 February 1991 itu tidak bisa lagi dihubungi. Setelah tiga hari menghilang, keluarga melaporkannya ke Kepolisian. Diakuinya, Irma memang memiliki pacar, namun  setelah diinterogasi tak mengetahuinya. Apa motifnya menghilang masih menjadi pertanyaan keluargannya. ”Apalagi, sekarang ada juga gadis yang dilaporkan hilang oleh keluargannya, jangan sampai ada kelompok yang sengaja korbankan gadis-gadis,” Duganya.
Ketika mencoba mengecek FB (Facebook), Irma rupanya memiliki dua akun. Satu diantaranya, Irma Young. Bimeks pun mencoba mengirim pertemanan. Namun Akun ini sepertinya sudah lama dan Irma tak pernah mengaktifkannya dengan status baru. Ketika mengecek akun lainnya, Irma Ciibluedoraemon Shizuka, dan mengecek foto Profilnya, rupannya baru diperbaharui seminggu lalu. Keluarga berharap Irma pulang, karena keluarga, terutama ibunya sangat resah. jika ada yang mengetahui keberadaannya diharapkan untuk dapat melaporkan kepada pihak keluarga atau pihak Kepolisian.
Kepala Urusan (Kaur) Reskrim Polres Bima Kota, IPDA Abdul Salam, yang dihubungi kamis (16/6), mengaku sudah menerima laporan soal itu. “Benar, kami sudah menerima laporan kehilangan dua gadis itu oleh pihak keluarganya,” ujarnya di sat Reskrim. Diakuinya,dua gadis yang dilaporkan masing-masing atas nama Irma Suryani, warga RT 12 RW 04 Kelurahan Sarae kecamatan Rasanae Barat dan Khusnul Khotimah, warga RT 06 RW 03 Kelurahan Rontu Kecamatan Raba Kota Bima.
Dibeberkannya, Khusnul adalah siswa SMKN 3 Kota Bima tersebut, dilaporkan hilang oleh Bapaknya, Hasanuddin, senin (13/6) lalu. Menurut Keluarganya, Khusnul menghilang dari rumah sehari sebelum dilaporkan ke Polres Bima Kota. Dijelaskan Salam, bahwa Irma dilaporkan keluarganya, Sirajudin, menghilang sejak jumat (3/6)  lalu. “Dalam catatan kita, baru dua orang ini yang dilaporkan menghilang oleh keluarganya,” katanya.
Menyusul laporan keluarga dua gadis tersebut, Polres Bima Kota sedang menyelidikinya. Bahkan, Foto dan identitas dua korban sudah di sebarkan. “Jika masyarakat mengenal dan menemukan keberadaan mereka, diharapkan melaporkannya. Sampai sekarang mereka belum ditemukan, kita masih menyelidikinya,” tandasnya. Mengenai motif kehilangan dua gadis itu, Salam tidak mau berspekulasi. Apalagi, berandai-andai dengan mengaitkan fenomena cuci otak yang santer di isukan.
Namun, menurut analisisnya, kehilangan dua gadis ini kemungkinan berkaitan dengan persoalan asmara. “Karena usia mereka terbilang sudah dewasa, kemungkinan mereka selarian dengan kekasihnya,” Duga Salam. (BE.19)

http://www.babuju.com/headline-koran-harian-bima/2011/dua-gadis-dilaporkan-hilang/

16/06/11

Makna Pernikahan Dalam Tradisi Masyarakat Bima-Dompu

#saveBima.online.  Pernikahan atau Nika ra neku dalam tradisi Bima- Dompu memiliki aturan baku. Aturan itu cukup ketat sehingga satu kesalahan bisa membuat rencana pernikahan (nika) menjadi tertunda bahkan batal. Dulu, seorang calon mempelai laki-laki tidak diperkenankan berpapasan dengan calon mertua. Dia harus menghindari jalan berpapasan. Jika kebetulan berpapasan, maka calon dianggap tidak sopan. Untuk itu, harus dihukum dengan menolaknya menjadi menantu.

Aturan yang ketat itu tentu menjadi bermakna karena ditaati oleh segenap anggota masyarakat. Kini, tentu saja aturan tersebut sudah ditinggalkan. Misalnya ngge’e nuru atau tinggal bersama calon mertua untuk mengabdi di sana. “ Nika ro Neku” terdiri dari dua kata yaitu nika dan neku. Kata nika bersal dari bahsa Indonesia ( bahasa melayu) nikah. Karena bahasa Bima-Dompu tidak mengenal konsonan akhir, maka kata nikah menjadi “ nika”. Kata neku atau nako sama artinya dengan “nika”. Pengertian nika ro neku adalah serangkaian upacara adat yang dilakukan sebelum dan sesudah upacara lafa( akad).

Bagi semua orang tua, akan merasa berbahagia bila bisa melaksanakan sunah Rasul yang menganjurkan muslim dewasa untuk menikah. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan bila pelaksanaan nika diawali serta diakhiri dengan berbagai upacara adat sebagai luapan rasa bahagia dan syukur kehadapan Yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT.

Bagi masyarakat Bima-Dompu, upacara  nika ro neku, merupakan upacara daur hidup yang sangat menentukan masa depan putra – putri mereka. Keluarga, sanak saudara, karib kerabat, dan warga terlibat dalam upacara ini. Karena itu upacara Nika ro neku termasuk “ Rawi Rasa” ( upacara yang harus melibatkan seluruh warga kampung).

Pada masa lalu, rangkaian pernikahan adat masyarakat Bima-Dompu cukup panjang yang dimulai dari proses meminang atau yang dikenal dengan La Lose Ro La Ludi hingga upacara Tawari atau Pamaco. Rangkaian dari upacara adat ini mengandung makna yang mendalam untuk diterapkan dalam hidup dan kehidupan sehari-hari. Seluruh rangkaian upacara itu sesungguhnya sesuai dengan ajaran Agama Islam dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Rangkaian upacara itu telah tumbuh, berkembang dan bersemi dalam jiwa masyarakat pendukung kebudayaan Bima-Dompu selama berabad – abad lamanya. Masa kesultanan telah menyumbangkan nilai-nilai besar bagi perkembangan upacara adat dalam peri kehidupan masyarakat. Karena pada masa itu seni dan budaya, adat dan agama berjalan beriringan seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Namun setelah masa kesultanan berakhir dan seiring dengan perubahan zaman, rangkaian dari prosesi itu sudah banyak yang tidak dilakukan lagi. Pola hidup masyarakat masa kini yang serba simpel adalah salah satu penyebab dari hilangnya pagelaran upacara-upacara tersebut. Kini yang masih tetap dilakukan hanyalah seputar proses peminangan dan tunangan, pengantaran mahar, akad nikah dan resepsi yang megah.
Pola hidup masyarakat masa kini yang serba praktis dan simpel karena kesibukan masing-masing telah menggeser budaya gotong royong dan Teka Ra ne’e (pengantaran sumbangan ke keluarga yang berhajat) dalam setiap proses pernikahan di tengah masyarakat.

Untuk itu perlu sebuah upaya secara sungguh-sungguh untuk melestarikan kembali prosesi pernikahan adat Bima-Dompu untuk kepentingan wisata budaya yang akan menarik minat wisatawan, sekaligus penanaman nilai-nilai kepada generasi muda. (Sumber: www.alanmalingi.wordpress.com)

Garda Asakota: PT. NNT Bakal Diadili Lewat Pansus

Garda Asakota: PT. NNT Bakal Diadili Lewat Pansus: "Diduga Menyimpang Soal Royalti Mataram, Garda Asakota.- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB dalam waktu dekat ini akan segera memben..."

moeslim: #saveBiMa: Objek wisata DIWU WAU

moeslim: #saveBiMa: Objek wisata DIWU WAU: "#saveBiMa: Objek wisata DIWU WAU"